Home » , , » Angel of My Heart

Angel of My Heart

Written By Marwah.HB on Minggu, 05 Mei 2013 | 03.32

“LDR” itulah kata yang tepat untuk kami….
Entah bagaimana awalnya sehingga ini terjadi, akupun tak pernah berpikir untuk menjalani ini semua. Akan tetapi tak bisa Kupungkiri bahwa aku memang mencintainya, ia laksana malaikat yang tiba-tiba datang menghampiriku, menyejukkan jiwaku, penenang hatiku, dan segalanya bagiku…

Aku bagaikan seorang yang baru bangkit dari kematian, keterpurukan karena masa lalu membuatku kehilangan arah namun kehadiranya memaksaku untuk mengatakan bahwa “aku ingin hidup lebih dari 1000 tahun lagi bersamanya”… 

Dia  kuberi nama “Malaikat Hatiku” karena jiwanya yang seperti malaikat dan ingin selamanya kusimpan dalam hatiku. Terkadang aku berpikir mungkinkah aku bisa bertahan dengan jarak yang begitu jauh dalam jangka waktu yang panjang, dan mungkinkah aku bisa bersamanya nanti melewati hari-hari hingga ajal yang akan memisahkan?? Pikiran seperti itulah yang selalu membuatku ragu dengan hubungan kami, tapi sungguh aku sangat menyayanginya dan berharap bisa bersamanya kelak.

Sering kali teman-temanku mencibirku dengan kata-kata yang tak sepantasnya mereka katakan tentangnya didepanku, tapi aku tak pernah peduli…bukan hanya karena aku mencintainya tetapi aku selalu berpikir bahwa kekasihkulah yang terbaik diantara yang terbaik . EntahLah….apakah maksud mereka apakah hanya sekedar hiburan ataukah ada maksud lain??

Jarak memang begitu kejam karena telah memisahkan kami namun kami mempunyai suatu komitmen dalam menjalani hubungan ini hingga jarak tak pernah jadi maasalah buat kami. Hari-hari yang kami lalui sangatlah indah tak kalah indah dengan gaya pacaran orang yang setiap hari bertemu dan memadu kasih.

Hari ini tepat tanggal 12 juli dimana hubungan kami sudah menuju bulan ke lima, sepertinya waktu lima bulan itu sangat singkat untukku tak terasa pula waktunya ia meninggalkan kota yang sudah menjadi tempatnya menimba ilmu dan aku sangat berharap bisa bertemu denganya tetapi karena suatu hal spertinya membuatku tak bisa bertemu denganya, aku sadar bahwa dia juga akan kecewa…namun sifatnya yang super pengertian itu mampu menutupi nada suaranya hingga ia mungkin berpikir bahwa aku tidak merasakan kekecewaanya.

Malam ini aku tak bisa tidur karena selalu memikirkanya, kekecewaanku kutumpahkan dengan meneteskan air mata akupun tak kalah cerdasnya menutupi kesedihanku dengan berpikir pula bahwa dia tak mersakan kesedihan dan kekecewaanku juga. Mungkin karena terlalu memikirkanya hingga terbawa mimpi “malam itu ia datang menghampiriku, berbaring didekatku, membelai rambutku, dan mengecup keningku” akupun terbangun, terasa sesak karena tak dapat menahan air mata, inginku berteriak sekeras-kerasnya memanggil namanya. Dan yang membuatku bertambah sedih kenapa tak sepatah katapun ia ucapkan kepadaku???
Hendrah bagaimana kabarmu disana sayang???” Jeritanku dalam hati…
                        ~~
Selayaknya hubungan pacaran ataupun apa tak selamanya akan berjalan mulus…begitupula dengan hubungan kami, sepertinya Tuhan sedang menguji ketulusan cinta Cinta kami… Ujian itu bermula dariku, ketika orangtuaku (Ibu) yang tidak setuju dengan hubungan kami, tapi tak pernah kupedulikan hal itu karena cepat atau lambat Ibu akan tetap setuju hanya saja waktu itu Ibu belum terlalu mengenalnya ditambah lagi ada orang ketiga dari pihakku. Orang ketiga namun bukan berarti aku pernah menjalani hubungan denganya, aku menyebutnya orang ketiga karena dialah salah satu penyebabnya sehingga Ibu belum memberi restu kepada kami. Sebenarnya aku tak bermaksud untuk melawan Ibuku sendiri tetapi karena aku telah mengenal karakter Ibuku sehingga aku tak peduli dengan apa yang dikatakanya. Terkadang aku berpikir “Jika suatu saat nanti apa yang dikatakan Ibu benar bahwa dia akan meninggalkan dan menyakitiku entahlah…apa yang akan terjadi”. Hingga saat ini aku masih belum yakin kalau Ibu telah benar-benar memberikan lampu hijau dalam hubungan kami, namun dari sifatnya yang dulu sebelum ia mengenalnya sepertinya perlahan-perlahan hati Ibu telah luluh dan aku terus berusaha menyembunyikan hal ini kepadanya agar ia tetap semangat dan yakin akan Cinta yang ia miliki untukKu.

Setelah itu hubungan kami diuji lagi dengan kehadiran teman lama (Mantan) dari pihak dia. Aku tak tau kenapa aku bisa secemburu itu kepadanya? Aku berusaha membuang persaan kekanak-kanakan itu sejauh mungkin. Namun tak berhenti disitu saja, teman lamanya semakin hari sepertinya semakin menguji kesabaranku hingga suatu hari aku tak bisa tahan, aku begitu Emosi. Saat itu yang aku pikirkan hanya ingin jauh dari sisi orang yang kucintai itu.

~~

“Tujuh Bulan” masih dikatan hubungan yang masih seumur jagung. Waktu begitu cepat berlalu, bermula dari perkenalan, ketemu, dan pada akhirnya harus berpisah lagi oleh karena tuntutan masa depan.

Ya…..rasanya berat banget, tapi tak ada pilihan lain. Ingin rasanya aku menyusulnya hingga ke kota pendidikan, namun garis tangan ini terlalu kuat hingga harus memisahkan kami, namun aku percaya ini hanyalah perpisahan sesaat aku berharap nantinya kami bisa bersama melewati hari tua.

Sejak kepergianya aku selalu merindukanya, aku selalu berharap agar ia cepat kembali menemaniku, mengukir cerita indah bersamaku. Terkadang aku iri dengan teman-temanku yang selalu ditemani kekasihnya, yang selalu bisa bertemu dengan pujaan hatinya, dan selalu bersama dengan orang yang dicintainya.

Sering kali aku meminta untuk berhenti menjalin hubungan denganya bukan karena aku tidak menyanginya, bukan karena aku tidak mencintainya, dan bukan pula karena aku tidak mengharapkan dirinya disisiku…tetapi aku terlalu kasian kepadanya, aku sungguh wanita yang egois, tak bisa mengerti keadaanya, tidak mngerti apa inginya, selalu menyusahkan hatinya, keluar seenaknya dengan orang lain tanpa memikirkan persaanya  dan dia sudah telalu banyak mengorbankan segala sesuatunya untukku baik itu waktunya Waupun materinya, sedangkan aku tak bisa memberi apa-apa untuknya. “Sayang maafkan aku, maafkan kekasihmu yang terlalu egois ini, tapi yakinlah hanya kamu yang ada dihatiku, mungkin karena terlalu sayangku dan perasaan yang terlalu takut akan kehilanganmu membuatku seperti ini, maaf karena cintaku telah menyiksamu”. Aku sadar akan semua sifatku tehadap dirinya, karena itu mulai saat ini aku berjanji untuk terus bersabar untuknya, sabar menantinya, bersabar ketika ketika telinga ini mendengar cibiran-cibiran yang nantinya akan membuatku pergi, seperti dirinya yang telah besabar untukku.

Bukan hanya diriku yang terluka ketika jarak memisahkan kami tetapi diapun lebih terluka….
Karena ia tak mampu mengungkapkan sakitnya melalui bibir mungilnya itu, terkdang ia ungkapkan segala yang ada dihatinya dengan goresan-goresan pena.
Kutipan inilah yang mampu mengetuk pintu hatiku…
Wahai calon bidadariku...
Aku tau kau setia menungguku
hingga Allah mempertemukan kita.
Masihkah engkau disana wahai
kekasihku…..??
Lelahkah engkau menungguku????
Lelahkah engkau merindukanku???
Letihkah engkau mendo’akanku????
Janganlah engkau lelah dan letih wahai bidadariku…
Karena aku juga tak pernah lelah dan letih untuk terus berharap
Bidadariku yg kucinta krn Allah.!
Janganlah kau meninggalkanku hanya karena aku belum mampu menemuimu....
Percayalah ukhtiku bukan kecantikan wajahmu yang ku dambakan
Tetapi kecantikan hati yang tercermin dari sikapmu lah yang aku inginkan.........
I Love you…
I Miss you…
I Need you…
“Agel of My Heart”
Takkan Kulupakan apa yang telah kau berikan kepadaku
Dan
Takkan kulupkan apa yang telah menjadi pejanjian diantara kita


Kutipan ketika dirinya tak mampu menahan sakit karena jarak yang terlalu jauh…
Disini sendiri jauh darimu
Ku lewati malam sepi
Tanpamu kurasakan mati
Tanpamu tak ada gairah
Ku tulis namamu di dalam hatiku
Dan kau ada disetiap mimpiku,
#MerindukanMu
Kutipan Motivasi ketika aku dalam Keputus asaan…
Ingatlah selalu... :)
Jika ingin melihat indahnya PELANGI
Maka Anda harus kuat bertahan dengan derasnya hujan dan kencangnya angin...
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

10 Mei 2013 pukul 05.14

I Love tt…
I Miss to…
I Need to…
“Angel of My Heart”
Kan kupenuhi janjiku padamu...
Hidup dan Jiwaku telah menyatuh untukmu...

Anonim
23 Januari 2022 pukul 10.09

Merkur Review | Merkur R20 - deccasino
The Merkur 34C is 12bet one of the most popular and popular models in the market, 메리트카지노 its design and styling make for a visually impressive and impressive sports 메리트 카지노 주소 car. · It

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MARWAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger